BERSYUKUR
Sudah menjadi anggapan dan kepercayaan umum bahwa manusia yang hidup di dunia memiliki kesempatan untuk memilih dan menginginkan yang terbaik. Akan tetapi, kenyataan sebenarnya tidaklah seperti itu. Kalau seseorang menginginkan hasil yang terbaik, maka dia akan melakukan pekerjaan yang baik. Mengapa? Karena semakin besar dan baik usaha seseorang, maka semakin besar dan baik pula hasil yang akan diperolehnya. Kalau begitu, jelas bahwa usaha seseorang menentukkan hasil yang akan dicapai di masa yang akan datang.
Selanjutnya, sikap bermalas-malasan berarti menunjukkan tiadanya kesungguhan seseorang. Seseorang bisa saja diam di rumah, bermalas-malasan, menyiapkan seribu alasan untuk tidak aktif di berbagai kegiatan, menyalahkan kondisi, dan mengharapkan keajaiban datang. Tapi, jika kita memilih itu semua berarti kita tidak mensyukuri nikmat dari Tuhan. Akhirnya, sebagai akibat dari sikap itu kita tidak akan memperoleh hasil yang terbaik sesuai yang kita inginkan. Padahal, untuk mencapai hasil yang baik kita harus bisa mensyukuri nikmat dari Tuhan dengan cara memanfaatkan apa yang telah Dia berikan kepada kita sebaik-baiknya.
Orang yang bersyukur senantiasa akan memilih untuk proaktif, selalu mencari alternatif dan ide-ide baru. Jika selesai satu pekerjaan, maka akan beralih ke pekerjaan lainnya. Selalu ingin berprestasi dan memberi yang terbaik. Oleh karena itu, jika kita pandai bersyukur kepada Tuhan maka nikmat hidup kita akan selalu ditambah oleh Sang Maha Pemberi, sehingga kehidupan sosial ekonomi kita jauh lebih baik dibandingkan orang yang tidak bersyukur. Jadi, sebagai manusia selain kita bekerja dan berusaha kita wajib bersyukur. Karena dengan bersyukur kita akan memperoleh hasil yang baik sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Selasa, 15 Desember 2009
BERSYUKUR
Diposting oleh Eneng SY di 02.58 0 komentar
Rabu, 25 November 2009
Saya merasa sangat gelisah ketika kemarin siang sekitar pukul 14.30 di daerah tempat tinggal saya tiba-tiba listrik padam. Waktu itu saya punya rencana akan pergi ke warnet untuk mengirimkan tugas kuliah, tapi ternyata di daerah cisaat semua listriknya padam. Akhirnya saya menunggu sampai listrik nyala kembali. Sebenarnya dari pagi saya sudah merencanakan untuk segera menyelesaikan tugas itu, namun saya belum sempat pergi ke warnet karena ada jadwal mengajar di sekolah. Jadi saya baru bisa pergi ke warnet siang kemarin sepulang dari sekolah.
Saya kira listrik padam tidak akan lama, tapi ternyata sampai magrib pun belum juga nyala. Saya sangat cemas dan takut kalau listrik padamnya sampai malam sehingga saya tidak bisa menyelesaikan tugas itu apalagi tidak ada warnet yang dekat dengan rumah saya. Meskipun demikian, dalam hati saya tetap bertekad untuk berusaha menyelesaikan dan mengirimkan tugas itu malam tadi. Dengan rasa cemas dan gelisah saya memikirkan bagaimana jalan keluarnya, lalu saya minta izin kepada orang tua untuk pergi ke warnet yang ada di Sukabumi demi menyelesaikan tugas itu. Tetapi mereka tidak mengizinkan saya untuk keluar malam karena waktu itu sudah menunjukkan pukul 19.30, lalu saya berfikir untuk sms dosen mata kuliah tersebut. Dengan rasa sangat malu dan takut kurang sopan, akhirnya saya pun sms beliau dan memberitahukan keadaan saya saat itu. Namun saya masih tidak tenang kalau belum menyelesaikan tugas.
Malam tadi saya sangat berharap agar listrik cepat nyala. Setelah itu tidak lama kemudian, sekitar pukul 20.15 akhirnya listrik nyala kembali. Saya sangat senang dan bersiap-siap untuk pergi ke warnet bersama adik saya, dan orang tua saya pun telah mengizinkan.
Walaupun hari sudah malam dan jalanan sudah agak sepi karena waktu itu dari sore hujan tidak henti-hentinya, tetapi saya tidak memikirkan rasa takut karena niat dan tujuan saya hanya untuk memyelesaikan tugas itu. Ternyata warnet yang saya tuju itu tutup padahal saya sudah cukup lelah berjalan dari rumah. Saya sudah merasa pesimis mungkin malam tadi saya tidak bisa menyelesaikan tugas itu. Tetapi saya masih tetap ingin berusaha dan mencari warnet lain sekitar tempat itu, lalu saya menemukan warnet yang buka dan lumayan cukup jauh dari rumah saya. Untungnya saya diantar oleh adik, seandainya tidak diantar saya tidak berani keluar sendiri apalagi malam-malam. Saya berada di warnet sampai pukul 21.30, kemudian saya pulang dan jalanan di sekitar rumah saya pun sudah sepi. Sungguh perjuangan yang mengesankan…
Diposting oleh Eneng SY di 22.03 0 komentar
Tugas hari ke-2
Kemarin sepulang mengajar dari sekolah saya langsung pergi ke warnet untuk mengerjakan tugas mata kuliah dari Pak Mul yang sudah saya konsep waktu malam Selasa. Padahal kemarin saya ada jadwal kuliah pukul 14.30, tetapi saya ingin menyempatkan waktu untuk menyelesaikan tugas itu terlebih dahulu. Saya berada di warnet dari pukul 13.00-14.00, dan akhirnya tugas pun selesai dan langsung saya kirim ke email Pak Mul dalam bentuk word. Saya merasa agak tenang karena telah menyelesaikan tugas, tetapi saya masih ada perasaan ragu dan takut tugas itu salah karena petunjuknya belum saya pahami dengan baik, yaitu bagian yang “ Tips yang Pertama dan Tips yang Pertama Lanjutan”. Apakah kedua tips itu digabungkan (menulisnya sekaligus selama 10-30 menit) atau dipisahkan. Saya bingung ketika membaca” Buat dua tugas”, apakah itu maksudnya kita sekali menulis dan dikirim atau dua kali menulis dengan tema yang berbeda dan dua kali dikirim. Tetapi, meskipun demikian saya tetap merasa bersyukur karena saya telah berusaha untuk segera menyelesaikan tugas hari ke-1 itu.
Setelah selesai dari warnet, kemudian saya berangkat ke kampus dan saya menanyakan tugas itu kepada teman-teman saya. Ternyata kebanyakan mereka belum mengerjakan tugas itu karena mereka belum paham dengan baik mengenai petunjuk tugas itu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 14.30 dan saya pun masuk ke kelas untuk memulai mata kuliah Filsafat Umum. Ketika dosen sedang menjelaskan, tiba-tiba tubuh saya gemetar kedinginan, kepala pusing, mual, dan pandangan menjadi kabur. Saya tetap mencoba untuk kuat, tetapi keadaan saya semakin tidak kuat lagi karena memang dari pagi keadaan saya sudah agak kurang fit dan saya tetap memaksakan diri untuk beraktivitas.
Kemarin saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam keadaan seperti itu. Kemudian teman saya menawarkan untuk mengantar saya pulang, tetapi tubuh saya sangat lemas dan belum kuat untuk berjalan. Sampai mata kuliah Filsafat Umum telah selesai dan waktunya istirahat, saya masih tetap di kelas. Akhirnya teman saya mengabari keluarga saya bahwa saya sakit dan tidak bisa pulang sendiri karena khawatir ada apa-apa di jalan. Tidak lama kemudian saudara saya datang untuk menjemput saya, dan saya pulang.
Sesampainya di rumah saya di suruh makan oleh orang tua saya lalu minum obat, dan setelah isya saya tidur. Alhamdulillah…ketika waktu subuh saya bangun, keadaan saya sudah agak mendingan dan saya bisa melakukan aktivitas kembali seperti biasanya.
Diposting oleh Eneng SY di 06.17 0 komentar
Senin, 23 November 2009
ENENG SANTI_Tugas hari ke-1
HARI YANG CERAH, TUBUHKU LELAH
Hari Senin kemarin cuaca sangat cerah. Cuaca hari itu berbeda dengan hari biasanya yang selalu mendung dan turun hujan, bahkan terkadang dari pagi hingga malam hujan tiada henti-hentinya. Jalanan di sepanjang rumahku pun selalu tergenangi air akibat saluran airnya yang tersumbat oleh sampah-sampah yang dibuang sembarangan para warga.
Karena cuaca yang setiap hari selalu hujan, maka terkadang aktivitasku pun terganggu. Setiap pagi sebelum saya berangkat ke sekolah, biasanya saya selalu beres-beres di rumah seperti menyapu, mencuci, dan sebagainya. Namun, karena cuacanya yang selalu hujan, jadi selama beberapa hari saya tidak mencuci baju. Ketika hari Senin kemarin cuacanya cukup cerah dari pagi hingga malam tidak turun hujan, maka pagi-pagi sebangun dari tidur, salat, mengaji, kemudian saya langsung beres-beres di rumah dan mencuci baju sangat banyak karena baju yang dicuci bukan hanya baju milik saya tetapi juga baju orang tua dan dua adik saya.
Pagi itu saya disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan rumah yang cukup menumpuk karena tidak ada yang membantu. Ibukku sibuk mengurusi adik yang masih kecil, ayahku sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja, dan adikku yang satu lagi sedang bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Sedangkan saya pada hari Senin itu tidak ada jadwal ke sekolah, jadi seharian itu saya fokukan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah sampai beres terutama mencuci baju yang sudah menumpuk. Setelah saya selesai beres-beres di rumah, kemudian saya memasak dan tidak terasa waktu pun telah menunjukkan pukul 10.00. Masya Allah…sungguh lelahnya saya.
Saya langsung mandi dan beristirahat sebentar sambil menunggu waktu dzuhur. Setelah itu saya melanjutkan kembali pekerjaan yang belum selesai yaitu menyetrika baju yang sudah kering dijemur. Akhirnya, pekerjaan saya dari pagi hingga sore pun telah selesai dan saya bisa beristirahat kembali lebih lama. Sungguh hari yang sangat melelahkan…
Diposting oleh Eneng SY di 22.43 0 komentar
Jumat, 20 November 2009
UTS TPKI Semester 3a
Analisis Makalah
Berdasarkan hasil analisis saya terhadap makalah yang berjudul "GERAKAN PEMURNIAN WAHHABI: MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB", maka saya dapat menemukan beberapa aspek yang masih harus diperbaiki, baik itu dari segi isi, tulisan, maupun penuturan kalimat yang ditampilkannya.
Jika ditinjau dari sisi isi, pembahasan dalam makalah tersebut sudah cukup luas dan lengkap karena membahas mengenai biografi MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB sampai pada dampak dari gerakan pemurnian Wahhabi itu. Namun, penyusunan makalah tersebut belum memenuhi syarat ataupun kaidah penyusunan karangan ilmiah yang baik dan benar. Karena dalam makalah itu harus terdapat judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, pembahasan, penutup, dan daftar pustaka. Sedangkan dalam makalah tersebut hanya terdapat pendahuluan dan penyusunannya tidak sistematis.
Jika dilihat dari sisi tulisan, maka secara keseluruhan dari paragraf awal sampai akhir makalah tersebut terdapat beberapa kesalahan dalam kata ataupun kalimatnya. Secara garis besar di sini saya cantumkan beberapa hal yang menurut saya masih perlu diperbaiki, di antaranya :
1. Penulisan singkatan s.a.w, seharusnya SAW.
2. Terdapat kata atau kalimat yang tidak baku, contoh : dipraktekkan seharusnya dipraktikkan, jawatan seharusnya jabatan, mesti seharusnya harus, hairan seharusnya heran, lantaran seharusnya sebab, mahupun seharusnya maupun, amatlah seharusnya sangat, masa seharusnya waktu, berjaya seharusnya berhasil, dan lain-lain.
3. Terdapat beberapa kata asing yang tidak ditulis miring, contoh : opresif, reformisme, taqarrub, khurafat, tahayul, bid'ah, dan lain-lain.
4. Terdapat beberapa kalimat yang tidak efektif, seperti: ..."Dalam pada itu", seharusnya "Oleh karena itu", dan lain-lain.
5. Kesalahan penulisan huruf kapital, seperti : melancarkan Penyebaran prinsip-prinsip reformasi, abad Sembilan belas, dan lain-lain.
6. Penempatan tanda baca yang salah sehingga menimbulkan makna yang berbeda, seperti pada kalimat no.1 pada point D.
7. Kata nabi yang tidak diiringi nama harus huruf kecil.
8. Penulisan kata abad kesembilan belas atau yang lainnya sebaiknya dengan menggunakan angka Arab atau romawi, seperti : abad ke-19.
Selain hal tersebut masih terdapat juga kesalahan lain dari sisi tulisan yang tidak bisa dibahas satu per satu.
Jika ditinjau dari sisi penuturan yang ditampilkannya, maka ada beberapa kalimat dalam makalah tersebut yang masih rancu sehingga membuat pembaca susah memahami isi makalah tersebut.
Diposting oleh Eneng SY di 04.36 0 komentar
Rabu, 11 November 2009
INSAN PILIHAN
Wahai insan pilihan...
Engkau terbaik dalam rupa dan budi
Lautan kesempurnaan menyatu dalam dirimu
Sehingga pujian apakah yang paling tepat untukmu?
Apa yang harus ku ucapkan untuk menyatakan isi hatiku?
Demi Allah...
Engkau suci dari nuansa jahiliyah
Engkau bersih dari noda dan dosa
Perilakumu terhadap orang-orang mukmin
Penuh kasih dan selimut kelembutan
Tuhan yang agung menyebutmu dalam Al Quran
Dengan nama Muhammad
Para rosul membasahi bibir mereka
Dengan sebutan namamu
Mereka sangat membanggakan kehadiranmu
Malaikat berbanjar dalam barisan
Menghormati dirimu
Wahai insan pilihan...
Tak satupun pujangga nan bertuah
Penulis nan piawai, ahli pidato yang ulung
Sastrawan nan cemerlang, mampu mengungkapkan
Kemulyaan dan keutamaanmu
Shalawat dan salam dariku untukmu
Wahai bintang penerang qalbu
Ya Allah...
Perkenankan aku memperoleh syafaat
Dari kekasihmu Muhammad
Jadikan Al Quran sebagai saksi dan pembelaku
Diposting oleh Eneng SY di 22.13 0 komentar
Minggu, 18 Oktober 2009
tugas 1
Pada tahun 2007 ketika saya baru satu bulan tinggal di Pondok Pesantren Al-Islamiyah Baros-Sudajaya, waktu itu di sana sedang mengadakan acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Setiap tahun di sana selalu mengadakan musabaqah, di antaranya : MTQ, MHQ, Bashul Kutub, pidato, cerdas cermat, dan lain-lain.
Tiba-tiba saya ditunjuk oleh Roisyah untuk mengikuti MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran), padahal saya tidak bisa dan belum pernah belajar sebelumnya. saya hanya bisa muratal biasa, itupun tanpa bimbingan dari orang lain. Namun atas dorongan dari teman-teman, saya menyatakan siap untuk mengikutinya.
Saya diberi waktu selama dua hari untuk belajar terlebih dahulu. Saya merasa tidak yakin akan bisa, karena menurut saya belajar qiraah itu sulit dan saya tidak mempunyai bakat. Setelah dua hari berlalu, akhirnya tibalah hari pertama perlombaan. Perlombaan pertama yaitu MTQ yang jumlah pesertanya sebanyak 15 orang. Saya kebetulan mendapatkan nomor peserta undian pertama. Dengan rasa gemetar dan sangat minder, saya pun maju ketika juri memanggil nama saya.
Ketika akan mulai membacakan sebuah surat yang telah diperintahkan oleh juri, saya berusaha bersikap setenang mungkin dengan kemampuan yang saya miliki. Saya tidak menggunakan tujuh lagu qiraah yang telah tentukan oleh para juri, tetapi berkonsentrasi pada makhroj dan tajwidnya. Alhamdulillah akhirnya saya pun selesai membacakannya.
Seminggu kemudian perlombaan pun telah selesai dan tibalah acara pengumuman perlombaan diteruskan dengan acara kenaikan kelas dan tabligul Islamiyah. Ketika akan diumumkan, saya merasa biasa saja karena merasa pesimis tidak akan mendapat juara. Namun ternyata saya mendapat juara ke-3. Dengan rasa sangat senang dan bersyukur, saya pun maju ke depan untuk mendapatkan penghargaan.Teman-teman saya memberi selamat.
Itulah pengalaman yang tidak akan saya lupakan, karena ternyata meskipun saya merasa tidak bisa melakukannya,akhirnya saya bisa melakukannya.
Diposting oleh Eneng SY di 20.43 0 komentar
Label: pengalaman
