? ??????????????Ribbit? ????? ?? ???Rating: 5.0 (3 Ratings)??1 Grab Today. 1490 Total Grabs. ??????Preview
?? | ??Get the Code?? ?? ???????????????????????????Puppy Love (New)? ????? ?? ???Rating: 4.5 (4 Ratings)??1 Grab Today. 575 Total Grabs. ??????Preview?? | ??Get the Code?? ?? ?????L BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS ?

Sabtu, 26 Juni 2010

PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA

PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA
MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas individu mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam (IPI) semester IV jurusan PAI
Dosen: Mulyawan SN, M. Ag, M. Pd


Disusun oleh:

Eneng Santi Yuliani
NIM. 2008. 1027

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) SUKABUMI
Jl. Veteran I No. 36 Telp. (0266) 22 45 65
Sukabumi
Tahun Ajaran 2009/2010

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah.
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas perkenan-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Peran Pendidikan Islam dalam Pembentukan Kepribadian Anak di Lingkungan Keluarga” dengan tidak melewati hambatan yang berarti.
Shalawat serta salam semoga terlimpahcurahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya dan seluruh umatnya.
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas individu pada mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam semester IV jurusan Pendidikan Agama Islam.
Terima kasih kami ucapkan kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, khususnya kepada dosen pembimbing, Bpk. Mulyawan S. Nugraha, M. Ag, M. Pd atas segala arahan dan bimbingannya.
Kami sadari bahwa makalah ini masih sangat sederhana dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami berharap adanya saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini untuk ke depannya. Semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. Amin.


Sukabumi, Juni 2010


Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………... a
DAFTAR ISI …………………………………………………………. a
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah …………………………………….. a
Rumusan Masalah …………………………………………… a
Tujuan Penulisan …………………………………………….. a
Sistematika Penulisan ……………………………………….. a
BAB II PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA
Pengertian Pendidikan ………………………………………. a
Pengertian Islam …………………………………………...… a
Pengertian Pendidikan Islam ………………………………… a
Pentingnya Pendidikan Islam ………………………………... a
Pendidikan Islam Bagi Anak ………………………………... a
Pengertian Kepribadian ……………………………………… a
Peran Pendidikan Islam dalam Pembentukan Kepribadian Anak di Lingkungan Keluarga ………………………………. a
BAB III PENUTUP
Simpulan …………………………………………………….. a
Saran ………………………………………………………… a
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ a



BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Sudah menjadi fitrah manusia, bahwa setiap orang yang sudah berkeluarga ingin mendapatkan karunia seorang anak. Dalam kehidupan rumah tangga anak bagaikan bunga di dalam taman. Suatu taman tanpa bunga yang berkembang tidak indah semarak. Anak dan keturunan yang baik akan menyemarakkan kehidupan rumah tangga, yang dapat menimbulkan rasa bahagia.
Setiap orang yang beriman akan mendambakan agar anaknya menjadi anak yang shaleh yang akan meneruskan keturunannya, yaitu anak yang baik yang taat beribadah kepada Allah SWT dan berbakti kepada ibu bapaknya serta bermanfaat untuk agama, masyarakat, dan bangsanya. Namun pada kenyataannya tidak semua anak bisa menjadi shaleh karena berbagai sebab, seperti faktor pendidikan dan lingkungan yang sangat besar pengaruhnya terhadap pembentukan watak dan kepribadian seseorang.
Pada hakikatnya pendidikan anak menjadi kewajiban dan tanggung jawab orang tuanya masing-masing, karena anak adalah amanah (titipan) Allah SWT yang harus dididik dan diperlakukan sesuai dengan petunjuk agama Allah yang hak.
Pendidikan merupakan kata kunci untuk setiap manusia agar ia mendapatkan ilmu. Hanya dengan pendidikanlah ilmu akan didapat dan diserap dengan baik. Oleh karena itu, tidak heran jika kini pemerintah mewajibkan program belajar 9 tahun agar masyarakat menjadi pandai dan beradab, serta berkepribadian mulia.
Pendidikan dapat merubah masyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik disebabkan pendidikan mempunyai kelebihan, terutama pendidikan Islam. Pendidikan Islam dapat membentuk jiwa yang tenang, akal yang cerdas, fisik yang kuat, serta dapat menumbuhkan keimanan pada diri anak sejak dini.
Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan pendidikan?
Apa yang dimaksud dengan Islam?
Apa yang dimaksud dengan pendidikan Islam?
Bagaimana pentingnya pendidikan Islam bagi setiap manusia (muslim)?
Bagaimana mengenai pendidikan Islam bagi anak?
Apa yang dimaksud dengan kepribadian?
Bagaimana peran pendidikan Islam dalam pembentukan kepribadian anak di lingkungan keluarga?
Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui dan memahami definisi pendidikan.
Untuk mengetahui dan memahami definisi Islam.
Untuk mengetahui dan memahami definisi Pendidikan Islam.
Untuk mengetahui dan memahami pentingnya pendidikan Islam bagi setiap manusia (muslim).
Untuk mengetahui dan memahami mengenai Pendidikan Islam bagi anak.
Untuk mengetahui dan memahami definisi kepribadian.
Untuk mengetahui dan memahami peran Pendidikan Islam dalam pembentukan kepribadian anak di lingkungan keluarga.
Sistematika Penulisan
Dalam pembuatan makalah ini diperlukan sistematika sebagai berikut:
Langkah awal
Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan buku-buku yang diperlukan.
Langkah inti
Membuat rangkaian penyusunan makalah, yaitu dengan langkah sebagai berikut:
PENDAHULUAN
Latar Belakang Penulisan
Rumusan Penulisan
Tujuan Penulisan
Sistematika Penulisan
PEMBAHASAN
PENUTUP
Simpulan
Saran


BAB II
PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA

Pengertian Pendidikan
Tinjauan Etimologi
Pendidikan berasal dari bahasa Yunani, paedagogie, dengan kata dasarnya adalah didik yang diawali dengan imbuhan pe- dan akhiran –an, yang artinya pergaulan dengan anak-anak. Dalam bahasa Inggris pendidikan dikenal dengan istilah education yang artinya mengubah pola pikir dari yang kurang dewasa menjadi dewasa. Sedangkan dalam bahasa Arab pendidikan dikenal dengan istilah ta’lim, ta’dib, tarbiyah, dan al-riadhah.
Tinjauan Terminologi
Menurut istilah pendidikan mempunyai beberapa arti, yaitu:
Pendidikan adalah komunikasi terorganisasi dan berkelanjutan yang disusun untuk menumbuhkan kegiatan belajar.
Pendidikan adalah proses ke arah pendewasaan yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didiknya.
Pendidikan merupakan transformasi ilmu dan pembentukan nilai.
Sedangkan pengertian pendidikan menurut pandangan beberapa ahli, yaitu:
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Ahmad D. Marimba mengajukan definisi pendidikan sebagai berikut: “Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.” (Hery Noer Ali, 1999: 2)
M. J. Lavengeld, “Pendidikan atau paedagogi adalah kegiatan membimbing anak manusia menuju pada kedewasaan dan kemandirian.” (Hery Noer Aly, 1999: 3)
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah transformasi ilmu dan pembentukan nilai dengan komunikasi yang terorganisasi dan berkelanjutan antara pendidik dan peserta didik dengan menumbuhkan kegiatan belajar sebuah proses menuju kedewasaan.
Pengertian Islam
Tinjauan Etimologi
Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosa, dan damai. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian. Dari segi kebahasaan ini Islam mengandung arti patuh, tunduk, taat, dan berserah diri kepada Allah dalam upaya mencari keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Tinjauan Terminologi
Pengertian Islam menurut beberapa ahli:
Harun Nasution
Islam menurut istilah (Islam sebagai agama) adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul.
Maulana Muhammad Ali
Islam adalah agama perdamaian dan dua ajaran pokoknya, yaitu keesaan Allah dan kesatuan atau persaudaraan umat manusia menjadi bukti nyata bahwa agama Islam selaras benar dengan namanya.
Dapat disimpulkan bahwa Islam menurut istilah adalah mengacu kepada agama yang bersumber pada wahyu yang datang dari Allah SWT bukan berasal dari manusia, dan bukan pula berasal dari Nabi Muhammad SAW.
Pengertian Pendidikan Islam
Beberapa pengertian pendidikan Islam menurut para ahli, diantaranya:
Drs. Ahmad D. Marimba
Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani, rohani, berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.
Abdurrahman Nahlawi
Pendidikan Islam ialah pengaturan pribadi dan masyarakat yang karenanya dapatlah memeluk Islam secara logis dan sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun kolektif.
Hasil seminar Pendidikan Islam se-Indonesia tanggal 7-11 Mei 1960 di Cipayung, Bogor menyatakan “Pendidikan Islam adalah bimbingan terhadap pertumbuhan jasmani dan rohani menurut ajaran Islam dengan hikmah mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengasuh, dan mengawasi berlakunya semua ajaran Islam.” (Nur Uhbiyati, 2005: 11)
Dari uraian pengertian pendidikan Islam di atas, terlihat perbedaan pendapat dari para ahli mengenai rumusan pendidikan Islam. Pendidikan Islam tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan tidak memisahkan antara iman dan amal saleh. Oleh karena itu, Pendidikan Islam merupakan pendidikan iman dan amal yang mengajarkan tentang sikap dan tingkah laku pribadi masyarakat menuju kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.
Pentingnya Pendidikan Islam
Pendidikan merupakan kata kunci untuk setiap manusia agar ia mendapatkan ilmu. Hanya dengan pendidikanlah ilmu akan didapat dan diserap dengan baik. Oleh karena itu, tidak heran jika kini pemerintah mewajibkan program belajar 9 tahun agar masyarakat menjadi pandai dan beradab. Pendidikan juga merupakan metode pendekatan yang sesuai dengan fitrah manusia yang memiliki fase tahapan dalam pertumbuhan. Pendidikan Islam memiliki 3 tahapan kegiatan, yaitu:
Tilawah (membacakan ayat Allah).
Tazkiyah (mensucikan jiwa).
Ta’limul kitab wa sunnah (mengajarkan kitab dan hikmah).
Pendidikan dapat merubah masyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik disebabkan pendidikan mempunyai kelebihan. Pendidikan mempunyai ciri pembentukan pemahaman Islam yang utuh dan menyeluruh, pemeliharaan apa yang telah dipelajarinya, pengembangan atas ilmu yang diperolehnya dan agar tetap pada rel syariah. Hasil dari pendidikan Islam akan membentuk jiwa yang tenang, akal yang cerdas, fisik yang kuat serta banyak beramal, dan dapat menumbuhkan keimanan pada diri anak sejak dini. Keimanan sangat diperlukan oleh anak-anak kita untuk menjadi landasan bagi akhlak mulia. Keimanan diperlukan agar akhlak anak-anak kita tidak merosot dan agar mampu hidup tentram serta konstruktif pada zaman global nanti.
Pendidikan Islam berpadu dalam pendidikan ruhiyah, fikriyah (pemahaman/pemikiran), dan amaliyah (aktivitas). Nilai Islam ditanamkan dalam individu membutuhkan tahapan-tahapan selanjutnya dikembangkan kepada pemberdayaan di segala sektor kehidupan manusia. Potensi yang dikembangkan kemudian diarahkan kepada pengaktualan potensi dengan memasuki berbagai bidang kehidupan.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Q. S. Ali Imran (3): 103)
Jadi, jelaslah bahwa pendidikan Islam itu sangat penting bagi setiap manusia terutama bagi anak-anak. Karena dengan memberikan pendidikan Islam pada anak sejak dini berarti kita ikut berusaha menyelamatkan generasi muda menghadapi era global nanti.
Pendidikan Agama (Islam) Bagi Anak
Islam sangat menekankan, betapa pentingnya pendidikan agama (Islam) bagi anak, dan ini merupakan faktor yang paling menentukan.
Salah satu unsur yang mendasar ialah memberikan pendidikan agama (Islam) kepada anak, yang harus dilakukan sedini mungkin, sewaktu anak itu masih kecil. Pendidikan agama Islam harus mampu memberikan landasan yang kuat bagi anak untuk mengarungi samudra kehidupan yang luas di masa depannya.
Ada ahli ilmu jiwa dan pendidikan yang berpendapat bahwa pada umumnya pribadi anak mulai terbentuk sejak kecil, yaitu sekitar umur 2 tahun. Maka sebaiknya setiap orang tua membiasakan anaknya dengan pendidikan agama (Islam), sepeti membiasakan anaknya mengucapkan kalimat-kalimat thayibah, dan hendaknya membiasakan diri dengan tata cara hidup menurut ajaran Islam, seperti menanamkan kebiasaan mengucapkan salam kepada anak-anaknya apabila bertemu dengan teman-temannya.
Banyak orang tua yang keliru di dalam mendidik dan membekali ilmu kepada anak-anaknya. Banyak orang tua pada zaman modern ini, di mana manusia berlomba-lomba meningkatkan pengetahuan dan teknologi, lebih mengutamakan anak-anaknya dimasukkan ke sekolah umum, sedangkan untuk menuntut ilmu agama Islam kurang mendapat perhatian.
Anak harus mendapatkan pendidikan agama (Islam) agar berbudi pekerti luhur dan berkepribadian yang mulia, berbakti kepada kedua orangtuanya dan menaati ajaran agama. Oleh karena itu, orang tua wajib memberikan pendidikan agama Islam kepada anaknya, karena pendidikan Islam mempunyai peranan yang sangat penting terhadap pembentukan kepribadian seorang anak dalam lingkungan keluarganya. Dengan adanya pendidikan Islam tersebut, anak dapat membiasakan diri beramal shaleh dan berbakti kepada kedua orang tua, agama, dan negara.
Menurut ajaran Islam, orang tua adalah pemimpin dan pendidik pertama bagi anak-anaknya, sehingga orang tua berkewajiban memelihara diri dan keluarganya dari siksa api neraka. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran surat At-Tahrim ayat 6:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q. S. At-Tahrim: 6)
Pengertian Kepribadian
Kepribadian menurut pengertian sehari-hari
Kata kepribadian sebenarnya berasal dari personality (bahasa Inggris) yang berasal dari kata persona (bahasa Latin) yang berarti kedok atau topeng. Yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Sedangkan menurut pengertian sehari-hari, kepribadian menunjuk bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Pengertian seperti ini mudah dimengerti dan dipergunakan, tetapi sayangnya bersifat lemah, karena tidak bisa menerangkan arti kepribadian yang sesungguhnya.
Kepribadian menurut psikologi
Pengertian kepribadian menurut disiplin ilmu psikologi bisa diambil dari rumusan beberapa teoris kepribadian yang terkemuka, diantaranya:
George Kelly (Koswara, E, 1991: 11) memandang kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya.
G. W. Allport (Sujanto, Agus, dkk, 2001: 11) berpendapat bahwa kepribadian adalah suatu organisasi psichophysis yang dinamis daripada seseorang yang menyebabkan ia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
May (Sujanto, Agus, dkk, 2001: 11) berpendapat bahwa kepribadian merupakan perangsang bagi orang lain. Jadi, bagaimana cara orang lain itu bereaksi terhadap kita, itulah kepribadian kita.
Dari keterangan di atas, maka kepribadian dapat dirumuskan sebagai berikut: Kepribadian adalah suatu totalitas psichophysis yang komplek dari individu, sehingga nampak di dalam tingkah lakunya yang unik.
Peran Pendidikan Islam dalam Pembentukan Kepribadian Anak di Lingkungan Keluarga
Dalam kehidupan manusia, tingkah laku atau kepribadian merupakan hal yang sangat penting sekali, sebab aspek ini akan menentukan sikap identitas diri seseorang. Baik dan buruknya seseorang itu akan terlihat dari tingkah laku atau kepribadian yang dimilikinya. Oleh karena itu, perkembangan dari tingkah laku atau kepribadian ini sangat tergantung kepada baik atau tidaknya proses pendidikan yang ditempuh.
Proses pembentukan tingkah laku atau kepribadian ini hendaklah dimulai dari masa kanak-kanak, yang dimulai dari selesainya masa menyusui hingga anak berumur 6 atau 7 tahun. Masa ini termasuk masa yang sangat sensitif bagi perkembangan kemampuan berbahasa, cara berpikir, dan sosialisasi anak. Di dalamnya terjadilah proses pembentukan jiwa anak yang menjadi dasar keselamatan moral dan mentalnya. Pada saat ini, orang tua harus memberikan perhatian ekstra terhadap masalah pendidikan anak dan mempersiapkannya untuk menjadi insan yang handal dan aktif di masyarakatnya kelak. Konsep pendidikan yang tepat untuk diterapkan pada masa ini adalah sebagai berikut:
Di dalam lingkungan keluarga, orang tua berkewajiban untuk menjaga, mendidik, memelihara, serta membimbing dan mengarahkan dengan sungguh-sungguh dari tingkah laku atau kepribadian anak sesuai dengan syariat Islam yang berdasarkan atas tuntunan atau aturan yang telah ditentukan di dalam Al-Quran dan hadits. Tugas ini merupakan tanggung jawab masing-masing orang tua terhadap anak-anaknya didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Nasrani, Yahudi, atau Majusi. (H. R. Bukhari)
Hal tersebut juga didukung oleh teori psikologi perkembangan yang berpendapat bahwa masing-masing anak dilahirkan dalam keadaan seperti keras putih. Teori ini dikenal dengan teori “tabula rasa”, yang mana teori ini berpendapat bahwa setiap aank dilahirkan dalam keadaan bersih; ia akan menerima pengaruh dari luar lewat indera yang dimilikinya. Pengaruh yang dimaksudkan tersebut berhubungan dengan proses perkembangan intelektual, perhatian, konsentrasi, kewaspadaan, pertumbuhan aspek kognitif, dan juga perkembangan sosial. Akan tetapi, perkembangan aspek-aspek tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan sang anak tersebut. Jadi, karena pengaruh lingkungan atau faktor luar sangat berpengaruh terhadap perkembangan aspek-aspek psikologis sang anak, maka peran pendidikan sangatlah penting dalam proses pembentukan dari tingkah laku atau kepribadiannya tersebut.
Dalam hal ini, pendidikan keluarga merupakan salah satu aspek penting, karena awal pembentukan dan perkembangan dari tingkah laku atau kepribadian atau jiwa seorang anak adalah melalui proses pendidikan di lingkungan keluarga. Di lingkungan inilah pertama kalinya terbentuknya pola dari tingkah laku atau kepribadian seorang anak tersebut. Pentingnya peran keluarga dalam proses pendidikan anak dicantumkan di dalam Al-Quran, yang mana Allah SWT berfirman dalam surat Al-Furqan ayat 74:

“Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q. S. Al-Furqan: 74)
Jadi, di dalam proses pendidikan di dalam lingkungan keluarga, masing-masing orang tua memiliki peran yang sangat besar dan penting. Dalam hal ini, ada banyak aspek pendidikan sangat perlu diterapkan oleh masing-masing orang tua dalam hal membentuk tingkah laku atau kepribadian anaknya yang sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan hadits Rasulullah SAW. Diantara aspek-aspek tersebut adalah pendidikan yang berhubungan dengan penanaman atau pembentukan dasar keimanan (akidah), pelaksanaan ibadah, akhlak, dan sebagainya.
Pendidikan Islam terhadap anak dalam lingkungan keluarga sangat penting, apalagi pada kehidupan anak (usia 6 tahun pertama) karena periode ini merupakan periode yang amat kritis dan paling penting. Periode ini mempunyai pengaruh yang sangat mendalam dalam pembentukan pribadinya. Adapun yang terekam dalam benak anak pada periode ini, nanti akan tampak pengaruh-pengaruhnya dengan nyata pada kepribadiannya ketika menjadi dewasa.
Salah satu dasar pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak adalah sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Nasrani, Yahudi, atau Majusi. (H. R. Bukhari). Berdasarkan hadits ini, jelas sekali bahwa anak dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih yang belum terkena noda. Anak adalah karunia Allah yang tidak dapat dinilai dengan apa pun. Ia menjadi tempat curahan kasih sayang orang tua. Ia akan berkembang sesuai dengan pendidikan yang diperoleh dari kedua orang tuanya dan juga lingkungan di sekitarnya.
Namun, sejalan dengan bertambahnya usia anak, kadang-kadang muncul persoalan baru. Ketika beranjak dewasa anak dapat menampakkan wajah anis dan santun, penuh berbakti kepada orang tua, berprestasi di sekolah, bergaul baik dengan lingkungan masyarakat di sekelilingnya, tapi di lain pihak dapat pula sebaliknya. Perilakunya kadang-kadang semakin tidak terkendali, bentuk kenakalan berubah menjadi kejahatan, dan orang tua pun selalu cemas memikirkannya. Maka dalam hal ini, peranan orang tua sangat berpengaruh penting. Jadi, pentingnya peranan orang tua dalam pendidikan anak ini disebabkan oleh karena pendidikan yang diperoleh anak dari pengalaman sehari-hari dengan sadar pada umumnya tidak teratur dan tidak sistematis.


BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Pendidikan adalah transformasi ilmu dan pembentukan nilai dengan komunikasi yang terorganisasi dan berkelanjutan antara pendidik dan peserta didik dengan menumbuhkan kegiatan belajar sebuah proses menuju pendewasaan.
Islam merupakan agama yang bersumber pada wahyu yang datang dari Allah SWT, bukan berasal dari manusia, dan bukan pula berasal dari Nabi Muhammad SAW.
Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.
Pendidikan Islam sangat penting bagi setiap manusia (muslim), terutama bagi anak-anak, karena dengan memberikan pendidikan Islam pada anak sejak dini berarti telah ikut berusaha menyelamatkan generasi muda dalam menghadapi era global nanti.
Menurut ajaran Islam orang tua adalah pemimpin dan pendidik yang pertama bagi anak-anaknya, sehingga orang tua berkewajiban memberikan pendidikan Islam bagi anak-anaknya sejak dini agar anaknya berbudi pekerti luhur dan berkepribadian mulia.
Kepribadian adalah suatu totalitas psichophysis yang komplek dari individu, sehingga nampak di dalam tingkah lakunya yang unik.
Pendidikan Islam sangat berperan penting dalam pembentukan kepribadian anak dalam lingkungan keluarga, karena kepribadian/tingkah laku merupakan hal yang sangat penting dan akan menentukan sikap identitas seseorang.


B. Saran
Anak merupakan rahmat dan amanah dari Allah SWT kepada manusia yang harus diterima dan dipelihara dengan baik, agar kelak anak tersebut tumbuh menjadi anak yang shaleh dan berkepribadian mulia sebagaimana yang diharapkan orang tuanya dan dapat meneruskan keturunannya. Hal ini akan dapat tercapai apabila orang tuanya mampu mendidik dan membimbingnya pada jalan Allah, sehingga anaknya menjadi anak yang shaleh.
Namun, sebaliknya jika orang tuanya tidak mampu mendidik/memberikan pendidikan Islam pada anaknya, maka akan menimbulkan berbagai persoalan dan keresahan. Oleh karena itu, pendidikan Islam perlu diberikan kepada anak dalam lingkungan keluarga sejak dini, karena pendidikan Islam mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian anak di lingkungan keluarga, apakah anak itu kelak menjadi anak yang shaleh atau tidak.


DAFTAR PUSTAKA

Ali, Hery, Noer. 1999. Ilmu Pendidikan Islam (cet I). Jakarta: PT. Logos Wacana Ilmu.
Koswara, E. 1991. Teori-Teori Kepribadian (cet II). Bandung: PT. Eresco.
Lapadi, Saleh. 2007. Peran Lingkungan dalam Membentuk Kepribadian Anak. Tersedia: http://salehlapadi.wordpress.com/2007/02/25/peran_lingkungan_dalam membentuk_kepribadian_anak/html
Sujanto, Agus, dkk. 2001. Psikologi Kepribadian (cet IX). Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Syar’I, Ahmad. 2005. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus.
Syureich, HM. 1990. Mendambakan Anak Saleh (cet I). Jakarta: Offset Sistimatis.
Tafsir, Ahmad. 2002. Pendidikan Agama dalam Keluarga. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Uhbiyati, Nur dan Maman Abd. Djaliel (ed). 2005. Ilmu Pendidikan Islam (cet III). Bandung.: Pustaka Setia.
http://www.integral.sch.id